10.5.08

SumPah di AtaS reMAh-ReMah --sETtiNg--

Tak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan fusion wangi tanah basah dan aroma coklat panas malam itu. Sementara hujan baru saja berhenti, bermanja pada rintiknya yang menggelayut pada mendung...

Seperti suasana di rumah, jauh dari kebisingan yang memperkosa telinga. Tak ada pengujung lain selain kami di ruang duduk Und Corner malam itu. Dari sini terlihat seorang waiter berdiri melongok melalui pintu tepat disebelah kiri kami, berusaha memeriksa masihkah tetes hujan berirama? "Semoga malam ini pengunjung tak lagi sepi", mungkin pikirnya...

Aku, Nanda, Dito, serta obrolan kami yang tak pernah sampai pada penutup. Dari sekedar membicarakan pengalaman hidup yang telah digumuli, berlanjut hingga sumpah diatas remah-remah itu terucapkan...

Tidak ada komentar: