Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience. Tampilkan semua postingan

27.10.08

I KiLL my PAreNt...

Buat sebagian orang tua, kebahagiaan terbesar mereka adalah ketika mengetahui bahwa anak yang selama ini mereka besarkan bisa "menjadi" seseorang.. Orang tuaku masuk dalam golongan itu.

Selepas SMA mereka mengarahkanku untuk mengambil jurusan keperawatan, dengan mengabaikan jurusan yang selama ini aku inginkan - psikologi, komunikasi, atau HI. bahkan, konflik di awal semester kuliahku tak juga membuat mereka meragukan apakah aku bisa lulus atau tidak. Hingga saat itu benar-benar terjadi. Kuliahku mundur selama 2 semester..

Aku menyelesaikan kuliah keperawatanku tahun ini, dan melihat kebahagiaan dimata mereka..

Tapi aku rasa aku juga telah membunuh mereka, dengan tanganku. Membunuh harapan mereka untuk melihatku mengenakan seragam dinas putih-putih dan menyandang jabatan pegawai negri sipil. Aku memilih keluar jalur, keinginanku tak terbendung sudah..

Aku berharap, ini jalan yang telah Tuhan tunjukkan padaku.. Bukannya bermaksud durhaka, inginku menjalani sesuatu atas mau dan mampuku..

Maafkan aku ayah, ibu...

12.5.08

BOdY BuiLdiNg, HaraPan Vs KenYataaN..


Begitu semangat
di hari pertamaku mengikuti program latihan, dengan bantuan dari trainer tentunya, peluh dan penat tak lagi kuhiraukan. Fokus utama adalah mengecilkan perut yang sedang jalan kemana-mana ini kembali ke bentuknya semula...

Meskipun badan terasa seperti habis dipatahkan kemudian, optimisku pada hasil yang akan didapat. Pikirku, dengan latihan seperti ini dalam 1 sampai 2 bulan perutku akan mulai kotak-kotak seperti bintang film porno..

Kesenangan dan semangat itu hanya bertahan 2 minggu, sia-sia sudah semua suplemen yang ku minum, sari kacang hijau penyuplai proteinku, serta treadmill 30 menit dan serangkaian latihan beban yang sudah kujalani.. Aku menyerah!

Minggu pertama pasca latihan badanku tidak bisa digerakkan, seluruh ototku terasa sudah putus karna terlalu banyak diregangkan. Hingga harus memanggil tukang pijat alternatif untuk mengembalikan elastisitasnya.. dan itu juga semakin menyiksa! Memikirkan dipijit oleh nenek-nenek yang dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, yang ternyata dipijit bapak-bapak berkulit hitam dan sepertinya bernafsu sekali ingin melipat tubuhku hingga bisa dimasukkan kedalam lemari, sudah cukup membuatku kapok!